Dikala Kebesaran Allah, ditambakan di hadapan mata masihkah kita menunda taubat..?

Hikmah diantara bencana, kita senantiasa di suguhkan keperkasaan Allaah ta'ala, bahwa dunia dan seisinya memang ada yang mengatur ini bagian bantahan kaim atheis jika bumi ini ada dengan sendirinya. Ditambah lagi, Senantiasa bangunan masjid kokoh padahal masjid tersebut umumnya swadaya masyarakat, dibangun seadanya tidak sekokoh rumah-rumah pribadi yang mewah dengan bahan terbaik. Namun disaat musibah ribuan rumah pribadi hanyut tak berbekas dan masjid yang merupakan rumah Allaah tetap terjaga. Subhanallaah.. Sudah semestinya dengan fenomena ini kita sebagai manusia baik yang muslim bertaubat dan non muslim untuk kembali kepada islam. Sebagai muslim, kita pasti pernah melakukan kesalahan, lupa, dan dosa, baik yang disadari maupun yang tidak. Dan sebaik-baik yang orang yang bersalah adalah yang bertaubat dan memperbaiki diri. قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ "Keduanya berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”" (QS. Al-A'raf: 23) Rekening Donasi/Infak: Bank Muamalat Kode bank 147 4570001478 A.n Yayasan Bina Yatim Dhuafa Konfirmasi : 0821 2300 3001 www.asramayatim.com #dakwah #repostandroid #reminderpagi #banjirsumatera